Pernah nggak sih kamu merasa kalau mimpi keliling dunia itu cuma milik mereka yang saldo tabungannya nggak berseri? Jujur saja, banyak dari kita yang merasa minder duluan gara-gara terkendala biaya traveling yang selangit.
Tapi, buang jauh-jauh deh pikiran itu! Sebenarnya, menjelajahi berbagai belahan bumi dengan modal pas-pasan itu bukan cuma mimpi di siang bolong, asalkan kamu punya strategi yang jitu. Keliling dunia itu bukan soal siapa yang punya uang paling banyak, tapi soal siapa yang paling kreatif dan siap mengatur rencana.
Kuncinya sederhana, yaitu kamu harus pintar atur budget, fleksibel sama keadaan, dan nggak perlu gengsi buat hidup hemat selama di perjalanan. Ingat, dunia ini terlalu luas kalau cuma kamu lihat lewat layar handphone saja. Inilah tips biar kamu bisa tetap traveling tanpa harus bikin rekening jebol!
1. Cek Ombak di Negara yang Ramah Kantong
Langkah paling awal yang krusial banget adalah memilih destinasi dengan teliti. Alih-alih memaksakan diri ke negara yang biaya hidupnya mahal, mending kamu lirik negara-negara yang ramah buat dompet backpacker.
Di Asia, ada Sri Lanka, Vietnam, India, Tiongkok, dan Nepal yang biaya hidupnya relatif murah. Kalau pengen ngerasain vibe Eropa tapi harga Asia, Georgia adalah pilihannya.
Buat kamu yang pengen eksplorasi Amerika Latin, coba deh mampir ke Guatemala, Nikaragua, atau El Salvador yang biayanya tergolong terjangkau. Intinya, sesuaikan tujuanmu dengan isi dompet, jangan kebalik ya!
2. Kerja Sambil Cuci Mata, Kenapa Enggak?
Kalau destinasi impianmu adalah negara populer, seperti Jepang atau Korea Selatan, salah satu cara paling cerdas buat bertahan hidup adalah dengan mencari pekerjaan di sana. Kamu bisa mencoba peruntungan jadi pelayan restoran atau penjaga toko sesuai kemampuanmu.
Dengan bekerja, kamu bukan cuma dapat pemasukan buat modal traveling selanjutnya, tapi juga dapet pengalaman tinggal yang lebih mendalam. Selain itu, buat kamu yang punya skill digital, kamu bisa tetap produktif jadi desainer atau penulis secara remote sambil tetap berpindah-pindah tempat.
3. Nyicipin Serunya ‘Woofing’ dan Volunteer
Woofing adalah singkatan dari World Wide Opportunities on Organic Farms, sebuah organisasi internasional yang menghubungkan pelancong dengan petani lokal. Kamu cukup mendaftar di situs mereka dengan membayar sekitar US$40 (sekitar Rp 600 ribuan), lalu kamu bisa bekerja di kebun organik di lebih dari 100 negara.
Imbalannya, kamu akan mendapatkan penginapan dan makan gratis. Ini cara yang sangat efektif buat menghemat biaya perjalanan secara signifikan. Selain itu, ada juga opsi volunteer exchange di mana kamu menukar tenaga kerjamu dengan tempat tinggal.
4. Strategi Nginep Murah (Bahkan Gratis!)
Jangan cuma terpaku sama hotel berbintang yang harganya selangit. Cobalah alternatif penginapan, seperti hostel, guest house, atau homestay yang jauh lebih murah. Pengen yang lebih seru? Coba Couchsurfing buat menginap gratis di rumah warga lokal sekaligus menambah teman baru dari berbagai penjuru dunia.
Selain itu, kamu bisa coba jasa penitipan rumah (house sitting) lewat agensi, seperti Mindmyhouse atau Trustedhousesitters. Biasanya kamu cuma diminta menjaga rumah dan peliharaan mereka saat mereka bepergian, dan sebagai gantinya, kamu bisa tinggal di sana tanpa bayar sepeser pun!
5. Berburu Promo dan Sikat ‘Off-Peak Season’
Jangan males buat hunting promo tiket pesawat! Kamu bisa pantau aplikasi booking, seperti Airpaz, buat dapet tiket murah, misalnya untuk maskapai Garuda Indonesia. Selain itu, hindari bepergian saat musim liburan sekolah atau tahun baru.
Di luar musim ramai (off-peak season), harga tiket, hotel, dan tempat wisata biasanya bakal terjun bebas. Plus, kamu bisa lebih nyaman eksplorasi karena tempat wisatanya nggak terlalu penuh sesak.
6. Makan ala Warga Lokal dan Atur Itinerary Sendiri
Alih-alih makan di restoran mewah, mending kamu berburu street food atau jajan di warung lokal. Selain harganya miring, rasanya sering kali lebih autentik, seperti makan pho di pinggir jalan Hanoi atau nasi lemak di pasar malam Kuala Lumpur.
Untuk urusan jalan-jalan, susunlah itinerary secara mandiri menggunakan bantuan Google Maps atau TripAdvisor biar lebih fleksibel dan hemat biaya. Jangan lupa juga buat bawa barang secukupnya saja (light packing) supaya kamu nggak perlu bayar biaya bagasi tambahan dan lebih bebas bergerak saat pindah kota.
7. Bijak Sama Dana dan Berani Ramah
Kunci utama jadi traveler hemat adalah bijak dalam memanfaatkan dana yang ada. Jangan hambur-hamburkan uang buat beli barang yang kurang penting, fokuslah pada kebutuhan pokok saja. Terakhir, jangan malu buat bersosialisasi dan bersikap ramah sama penduduk setempat.
Dengan bersikap baik, seringkali ada warga lokal yang murah hati menawarkan tempat tinggal atau sekadar memberikan informasi penting soal rute jalan yang lebih murah. Tapi tetap ingat, harus selalu waspada dan hati-hati biar terhindar dari tindak kejahatan.
Keliling dunia itu bukan soal siapa yang paling kaya, tapi soal siapa yang paling siap berpetualang dengan cara-cara kreatif. Dengan mindset yang tepat dan persiapan yang matang, solo traveling dengan budget terbatas itu sangat mungkin dilakukan.
Setiap perjalanan bakal ngasih kamu pengalaman yang nggak bisa dibeli pakai uang. Jadi, sudah siap buat kemasin ranselmu dan mulai langkah pertama buat melihat indahnya dunia?
